Senin, 29 Januari 2018

JURAGAN TANAH 2

http://hafidzperfume.blogspot.co.id

jual parfume, jual parfume refill jakarta, grosir parfum refill jakarta, grosir botol parfum , grosir botol parfume jakarta, parfum laundry, grosir parfum murah, grosir parfum jakarta, grosir parfum refill

JURAGAN TANAH (2)

"Tiga juta? Serius mbak? Dari mana Midah dapet uang segitu?" Sambil melotot Mpok Midah membolak-balik tas Gucci yang baru saja ditunjukkan mbak penjaga counter, "Benar nih kaga salah lagi emang modelnya mirip yang ini nih Midah yakin! Tapi harganya mahal banget ya!"

Sebenarnya Mpok Midah telah menghilangkan tas yang ia pinjam dari Enyak Hajjah, istri juragan tanah Babeh Haji yang kaya raya itu.

Awalnya karena undangan reuni sekolahnya, ia merasa malu bertemu dengan teman-temannya yang sudah sukses. Maka ia beranikan diri pinjam tas bermerek untuk menjaga gengsi.

Enyak pun sudah berpesan agar ia tampil saja apa adanya. Tetapi karena terus memaksa, maka dipinjamkan juga barang mahal tersebut. Siapa sangka, tas itu akhirnya hilang.

Hari ini Mpok Midah survey ke mall yang ada counter asli merek Gucci, ternyata harganya bikin jantung mau copot. Gajinya sebagai buruh cuci kan gak seberapa, bagaimana ia bisa membelinya?

Mau jujur sama Enyak sudah takut duluan, bisa-bisa dimarahi habis-habisan, atau bahkan bisa dilaporkan polisi! Ngeri! Ngebayangin aja sudah bikin merinding! Duh, dunia seperti kiamat baginya.

Walhasil, Mpok Midah akhirnya pinjam duit sama tetangganya tukang pecel lele. Sebagai pelunasannya, setiap malam ia bekerja bantu-bantu dagang pecel lele selama satu bulan. Maka utangnya dianggap impas.

Beginilah akhirnya selama tiga puluh hari tenaganya terkuras habis. Siang jadi buruh cuci, malam bantuin dagang. Istirahat kurang, badan semakin kurus kelelahan.

Suatu hari Enyak kebetulan berpapasan dengan Mpok Midah di jalanan,

"Eh Midah keliatan pucet gitu? Abis sakit ye?"

"Gak kok Nyak, Midah cuman kurang tidur aje. Semua gara-gara Midah maksa minjem tas Enyak tempo hari,"

"Lah emang kenape sama itu tas? Kan udah Midah balikin?"

"Sebenarnya tas itu hilang Nyak, terus Midah beli lagi baru yang modelnya mirip, harganye tiga juta. Buat gantiin uangnye, Midah kerja di tempat pecel lele sampe tengah malem. Gitu Nyak."

"Astaghfirullah, kenape Midah kaga bilang? Itu kan tas imitasi. Nyak belinya online kok cuma seratus rebu!"

Jleb! Mpok Midah lemas seketika. Tulang belulangnya seperti pada lepas demi mendengar berita itu. Ia sungguh menyesal mengapa dulu begitu takut menghadapi masalahnya. Mengapa ia terlalu gelisah dengan apa yang belum tentu terjadi. Ternyata kenyataannya tidak seperti apa yang ia bayangkan.

Saudaraku, mungkin cerita ini mewakili keadaan kita saat diuji dengan musibah. Tetiba kita dibayang-bayangi perasaan takut duluan. Padahal di dunia nyata, musibah kita tidak segawat apa yang dipikirkan.

Merujuk kepada bahasa guru saya, membayangkan musibah itu seperti membayangkan jeruk nipis di dalam pikiran, kita akan merasa asam dan kecut duluan, padahal di dunia nyata jeruk nipisnya tidak ada.

Oleh karena itu, keluarkan jeruk nipis dalam pikiran kita! Hadapi saja musibah dengan tenang, disertai tawakal yang sungguh-sungguh kepada Allah, karena Allah pasti hanya menguji hambaNya sesuai dengan kesanggupan masing-masing.

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

jual parfume, jual parfume refill jakarta, grosir parfum refill jakarta, grosir botol parfum , grosir botol parfume jakarta, parfum laundry, grosir parfum murah, grosir parfum jakarta, grosir parfum refill

http://hafidzperfume.blogspot.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jagalah Rahasia Saudara Kita

 Barang siapa yang diam maka dia selamat.  Belajarlah skill diam sebagaimana kalian belajar skill berbicara, dan diantara skill diam, adalah...