Rabu, 13 Maret 2019

ARGO TAKSI

jual parfum, jual parfume, jual perfum, jual perfume,

jual botol, jual botol grosir, jual botol parfum, jual parfum refill,
jual parfum murah, jual parfum original, jual_parfum_mobil, jual parfum laundry, jual parfume jakarta,
grosir parfum, grosir parfum murah, grosir parfum jakarta,
grosir bibit, grosir bibit parfum, grosir bibit jakarta , grosir bibit murah,
grosir botol, grosir botol parfum, grosir botol jakarta, grosir botol murah,
minyakwangi, jual minyak wangi, grosir minyak wangi, grosir bibit minyak wangi, grosir botol minyak wangi,




ARGO TAKSI

Sebuah insiden terjadi di bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pekan lalu. Seorang ibu yang merupakan penumpang Saudi Arabia Airlines baru menyadari ia meninggalkan bayinya di bandara setelah pesawat berangkat.

Ibu itu melapor kepada pramugari, kemudian laporan tersebut diteruskan kepada pilot dalam perjalanannya menuju Kuala Lumpur.

Sang pilot lalu mengambil inisiatif untuk kembali lagi ke bandara. Tentunya ia melapor terlebih dahulu ke petugas bandara apakah kondisi memungkinkan apabila pesawat dengan nomor penerbangan SV 832 itu berputar lagi.

Akhirnya setelah lalu lintas udara sudah memungkinkan, pesawat itupun mendarat kembali di bandara semula. Beruntung sekali ibu tersebut, bahkan sebuah pesawat bisa putar balik memenuhi harapannya!

Ah, seandainya semua hal bisa diputar balik sesuai keinginan kita. Tentu kita ingin sekali memutar waktu. Sehingga apa yang selama ini kita abaikan bisa kita lakukan kembali.

Sayangnya, justru waktu adalah satu-satunya hal yang tidak bisa kita putar. Waktu tidak mungkin diulang kembali. Satu hari yang lalu, atau sepuluh tahun yang lalu, sama saja. Semua sudah terjadi.

Kelak ketika kita berada di gerbang ajal, seluruh usia yang kita habiskan di dunia ini hanya setara dalam hitungan detik saja. Tak peduli berapa puluh tahun pun kita hidup, semua tinggal kenangan bagai sebatang pentol korek yang terbakar api. Tiba-tiba semua hangus menjadi abu dalam waktu begitu cepat.

Waktu tidak sama seperti pesawat. Ia tidak akan berputar balik memenuhi harapan kita. Entah kita manfaatkan atau kita sia-siakan, waktu akan tetap berjalan terus. Orang-orang barat berkata,

Life is like a taxi. The meter just keeps ticking whether you are getting somewhere or just standing still.

Hidup bagaikan naik taksi. Argo akan terus berjalan tak peduli apakah Anda sedang menuju suatu tujuan, atau sedang diam di tempat.

Argo taksi adalah jarum jam yang terus berdetik. Atau dalam bahasa Al-Imam Syafi'i argo itu adalah desah nafas kita sehari-hari. Sebagaimana syair beliau,

يَا مَنْ يَعَدُّ عَلَيْهِ الْعُمْرُ بِالنَّفْسِ

"Wahai manusia, yang umurnya selalu dihitung dengan tarikan nafas."

Manfaatkan waktu. Gunakan dengan sebaik-baiknya usia kita ini. Karena waktu tak mungkin menunggu kita menjadi baik terlebih dahulu, maka jadilah orang yang baik sekarang juga. Tunggu apa lagi?

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jagalah Rahasia Saudara Kita

 Barang siapa yang diam maka dia selamat.  Belajarlah skill diam sebagaimana kalian belajar skill berbicara, dan diantara skill diam, adalah...