Pernahkah saudara membayangkan kehidupan di dalam penjara? Tentu saja terkekang, tak boleh keluar, dijaga dengan ketat dan semuanya serba tidak nyaman. Secara logika, semua orang yang berada di penjara pasti ingin bebas.
Tetapi faktanya tidak sesederhana itu. Ada cukup banyak orang-orang yang telah menyelesaikan masa hukumannya di penjara dan ia akan segera menikmati udara kebebasan, namun ternyata mereka justru menjadi cemas.
Bahkan saya pernah membaca sebuah buku tentang mereka yang memilih tetap di dalam penjara saja daripada harus bebas! Secara psikologis, perasaan panik yang tidak pada tempatnya semacam ini disebut sebagai anxiety disorder (gangguan anxietas).
Banyak sebab yang melatarbelakangi fenomena ini, misalnya takut tidak diterima masyarakat. Atau takut tak dapat mencari penghidupan, sementara di penjara mereka pasti mendapat jatah makan setiap hari. Seolah-olah mereka adalah orang-orang yang mencintai penjara dan tidak mau berpisah dengan penjara.
Hal yang perlu kita ketahui, penjara di dunia ini tidak hanya penjara fisik berupa ruang kecil dengan pintu dari sel besi. Ada satu lagi penjara yang perlu kita waspada, yaitu kebiasaan tidak terpuji yang belum mampu kita lepaskan. Tersebut dalam Surat Al-Baqarah ayat 81,
ÙˆَØ£َØَاطَتْ بِÙ‡ِ Ø®َØ·ِيئَتُÙ‡ُ
"Dan ia telah terkurung oleh dosanya."
Siapakah orang yang dikurung oleh dosanya sendiri? Dipenjara oleh maksiatnya sendiri? Yaitu mereka yang tahu bahwa perbuatan dosa yang kerap ia lakukan adalah kebiasaan yang tidak nyaman. Mereka juga ingin bebas dari kebiasaan tersebut.
Namun setiap kali hendak memperbaiki diri, ada perasaan cemas yang tidak pada tempatnya. Kepanikan ini menimbulkan keragu-raguan hingga akhirnya menunda taubat mereka sendiri. Seolah-olah mereka adalah orang-orang yang mencintai perbuatan dosa dan tidak mau berpisah dengan kebiasaannya.
Jika hal ini terjadi pada kita, maka satu-satunya jalan adalah sungguh-sungguh memohon kepada Allah. Karena penjara dosa yang seperti ini lebih kuat dari jeruji penjara besi di dunia, namun bagi Allah teramat mudah menghancurkan dinding-dinding penjara dosa tersebut.
Setelah itu, hendaklah kita perbaharui taubat setiap hari. Jangan lagi mencintai perbuatan maksiat, jangan pula merasa nyaman dengan dosa. Karena lambat laun hal demikian akan kembali menjadi penjara bagi hati kita.
Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!
#hijrahdagangdakwah
#belanjasambilsedekah
HAFIDZ PERFUME FRAGRANCE
The Perfume Professionals
"Ketahuilah yang kami tawarkan itu wangi"
@hafidzparfume
@hafidzperfumery
#hfzperfume
#theprofessionalsperfume
#hafidzperfumery
#salamh2d
hafidzperfume.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar