Minggu, 11 Februari 2018

APEL ISTIMEWA SI KECIL

http://hafidzperfume.blogspot.co.id

jual parfum, jual parfume refill jakarta, grosir parfum refill jakarta, grosir botol parfum , grosir botol parfum jakarta, parfum laundry, grosir parfum murah, grosir parfum jakarta, grosir parfum refill

APEL ISTIMEWA SI KECIL

Jika kita shalat berjamaah bersama seorang imam dari kota Tarim, Yaman, maka jangan heran kita akan mendengar bacaan mereka sedikit berbeda dengan kita di Indonesia.

Pada ayat yang berbunyi mustaqiim, akan terdengar menjadi mustagiim. Karena makhroj huruf Qof akan dibaca sebagai Gof. Begitulah keindahan perbedaan dalam Islam ini. Bahkan cara melafalkan huruf pun memiliki sanad masing-masing yang semuanya sampai kepada Rasulullah.

Tetapi saya bukan ingin membahas huruf Qof ini. Saya justru ingin menceritakan lukisan anak ketiga saya. Namanya Qosim, di tengah keluarga dan teman-temannya ia dipanggil Gosim.

Hari ini ia melukis sebuah apel, lengkap dengan tangkai dan sehelai daun di pucuknya. Lukisannya sederhana layaknya anak SD kelas satu. Ketika ia menunjukkan karyanya itu, ada satu bagian yang mengundang pertanyaan saya,

"Ini gambar apel Gosim kok ada pegangannya kaya cangkir?"

"Bukan Abi, ini gambar ulat. Apelnya kan ada ulatnya."

Wow! Siapa sangka anak-anak justru kepikiran melukis apel lengkap dengan ulatnya! Ini betul-betul pelajaran berharga buat kita semua.

Betapa dalam cara berpikir anak-anak, apel dan ulat adalah sesuatu yang alamiah. Tidak ada yang perlu ditakuti jika apel dan ulat datang secara berpasangan. Mereka tetap bisa enjoy dengan apel yang mereka miliki tanpa harus sibuk memikirkan si ulat.

Begitu kita dewasa, cara berpikir kita mulai berubah. Jika seekor ulat datang bersama apel milik kita, maka dunia ini seakan runtuh. Saat sebuah kenikmatan yang kita terima disertai dengan musibah, justru kita akan sibuk dengan musibah tersebut hingga lupa bersyukur atas nikmat yang menyertai.

Saat kebaikan yang kita lakukan mengundang cibiran orang lain yang tidak suka, kita akan uring-uringan. Padahal komentar orang ibarat ulat, di mana ada apel kebaikan pasti ada saja ulatnya. Apa yang perlu ditakuti?

Saudaraku, mari kita biasakan memandang ulat sesuai porsinya. Seperti layaknya anak-anak saja. Kalau mau apel, harus enjoy dengan ulatnya. Sehingga pikiran bawah sadar kita juga akan terprogram kalau mau berhasil, kita siap dengan hambatan-hambatannya!

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

jual parfum, jual parfume refill jakarta, grosir parfum refill jakarta, grosir botol parfum , grosir botol parfum jakarta, parfum laundry, grosir parfum murah, grosir parfum jakarta, grosir parfum refill

http://hafidzperfume.blogspot.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jagalah Rahasia Saudara Kita

 Barang siapa yang diam maka dia selamat.  Belajarlah skill diam sebagaimana kalian belajar skill berbicara, dan diantara skill diam, adalah...