Minggu, 11 Februari 2018

POLITIK VERTIKAL DAN POLITIK HORIZONTAL

http://hafidzperfume.blogspot.co.id

jual parfum, jual parfume refill jakarta, grosir parfum refill jakarta, grosir botol parfum , grosir botol parfum jakarta, parfum laundry, grosir parfum murah, grosir parfum jakarta, grosir parfum refill


POLITIK VERTIKAL DAN POLITIK HORIZONTAL

"Ustadz sekali-sekali dong nulis tentang politik, kan Pilkada sudah dekat. Pemilu juga tahun depan."

Namanya juga obrolan santai setelah pengajian, bebas kan mau membahas masalah apa saja. Cuma tumben ini kok salah satu jamaah membahas tentang politik. Saya sih senyum-senyum saja sambil nyeruput kopi susu yang disajikan,

"Lah setiap hari juga tulisan saya berbau politik semua!"

"Ah masa sih Ustadz? Perasaan saya gak pernah baca ulasan tentang partai-partai apalagi tokoh-tokoh yang lagi pada nyalon?"

"Memangnya nulis politik harus bahas partai? Politik itu tujuannya kan menduduki kursi kepemimpinan. Jadi ya kita berusaha gimana agar tidak salah pilih pemimpin."

"Betul Ustadz, makanya saya heran kok Ustadz gak pernah ngarahin harus pilih siapa?"

Yang tadinya saya cuma senyum sekarang justru ketawa. Memang sensitif mengupas politik ini, takutnya dia kabur gak ngaji lagi gara-gara beda partai. Hehehe.

"Begini ya, kalau kita mau mengajak orang memilih pemimpin yang baik, caranya ya dengan saling menasehati untuk memperbaiki diri kita sendiri."

"Kok bisa begitu Ustadz?" Wajahnya tampak tidak setuju, tapi sengaja saya tahan-tahan bicara dulu, takutnya dia masih mau ada yang disampaikan lagi. Sebab akhlak seorang muslim itu kan tidak memotong pembicaraan orang lain.

"Rasulullah kan sudah kasih petunjuk buat kita, bahwa pemimpin yang soleh akan lahir dengan sendirinya dari rakyat yang soleh. Nah ini jadikan prinsip! Jadi fokus saja untuk bareng-bareng menjadi orang baik, nanti pasti kita dapat pemimpin yang terbaik juga,"

"Pernah dengar sih hadist tersebut, tapi gimana bisa begitu ya Stad?"

"Karena orang-orang baik dengan cepat mengenali siapa di antara calon pemimpin mereka yang terbaik juga. Seperti sudah satu vibrasi. Asal kenal sedikit saja, lihat latar belakangnya sebentar saja, sesama orang baik seolah-olah familiar. Ini juga petunjuk berikutnya dari Nabi, bahwa ruh itu saling mengenal seperti tentara yang sedang berbaris,"

"Betul juga ya Stad, itu juga ane pernah dengar hadistnya,"

Ini nampaknya sudah mulai dimengerti penjelasan saya. Tinggal saya tutup saja sesi ramah tamah malam itu. Lagian kopi susunya juga sudah habis. Hehehe.

"Jadi tidak perlu kita memaksakan orang lain memilih siapa, sampai-sampai harus memenuhi media dengan pencitraan, manipulasi, ujung-ujungnya saling mencari-cari kesalahan saudara sesama muslim. Mana mungkin pemimpin yang baik lahir dengan strategi seperti ini?"

Begitulah sekilas obrolan senggang tersebut. Betapa kita ini terpaku dengan strategi politik horizontal yang menghalalkan segala cara. Padahal politik mestinya vertikal, harusnya dilandasi keikhlasan karena Allah.

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Dua hadist yang dimaksud di atas, pertama bahwa kaum yang baik tentu akan melahirkan pemimpin yang baik,

كَمَا تَكُونُوا يُوَلَّى عَلَيْكُمْ

“Seperti apa kalian, seperti itu pula pemimpin kalian.”

(Hadist riwayat Ad-Dailami dan Al-Baihaqi)

Hadist kedua adalah ruh senantiasa saling mengenali,

 الأرواحُ جنودٌ مجنَّدةٌ . فما تعارف منها ائتَلَف . وما تناكَر منها اختلف

"Ruh-ruh bagaikan tentara yang tersusun. Jika saling mengenal maka akan bersatu, dan jika saling mengingkari maka akan berpisah."

(Hadist Riwayat Bukhori dan Muslim)

jual parfum, jual parfume refill jakarta, grosir parfum refill jakarta, grosir botol parfum , grosir botol parfum jakarta, parfum laundry, grosir parfum murah, grosir parfum jakarta, grosir parfum refill

http://hafidzperfume.blogspot.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jagalah Rahasia Saudara Kita

 Barang siapa yang diam maka dia selamat.  Belajarlah skill diam sebagaimana kalian belajar skill berbicara, dan diantara skill diam, adalah...