Selasa, 06 Oktober 2020

TAKWA ANTARA YANG BENAR DAN SALAH


 


# tiada kata yang pantas kita ucapkan selain bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan apabila akan menghitung nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala, niscaya kita tidak akan bisa menghitung nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala, sebagaimana sholawat serta salam supaya bisa tercurah limpahkan kepada junjungan Nabi kita Sholallahu alaihi wasalam


# perlindungan itu butuh biaya, sebagaiamana taqwa itu butuh biaya, toh semua biaya itu dari Allah juga, ingat sekali lagi, berbicara ketaqwaan adalah konsep perlindungan diri, ini tentang kita, kita gak bertaqwa, makan membiarkan hidup kita, tanpa ada perlindungan apapun, jadi jangan salahkan siapa-siapa, kalau sesuatu menimpa kita. dan akhirnya kita tidak bertaqwa secara totalitas.



Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ 


"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim."

QS. Ali 'Imran[3]:102


# Taqwa tuh yang bener, yang total, dan janganlah meninggal kecuali dalam kondisi muslim, ini perintah untuk bertaqwa dengan benar, lalu bukan 1-2 hari, kita diperintahkan istiqomah sampai kita wafat.


# Apa sich taqwa yang bener itu? seperti apa? 


# tafsir Abdulah bin Masud " sebener-benernya taqwa itu ada 3, 

1. Allah itu ditaati, maka jangan dimaksiati.


# jadi maksiat itu bukan hidup bebas, tapi hidup tanpa perlindungan, jadi ketika kita sengaja bermaksiat, berarti kita sengaja hidup tanpa perlindungan


# ingat covid 19 hanya sebagian kecil dari ujian, cobaan, syaiton yang bisa kapan saja bisa menyerang kita, paradigma kita harus dirubah, 


2. Allah itu diingat, maka jangan dilupakan.


# contoh kecil ketika kita lupa dzikir pagi, berarti kita belum bertaqwa, dan kita jalani hari ini kita jalani tanpa perlindungan, jangan salahkan siapa-siapa terjadi sesuatu yang buruk menimpa, cita-cita akhirat kita. itu lebih parah ke red Zone tanpa masker.


# ketika kita naik kendaraan kita lupa baca do'a, berarti disaat dikendaraan tanpa perlindungan, itu lebih bahaya daripada mobil dengan kecepatan tanpa air bagsnya.


# lupa sama Allah ini fatal, ingat lagi, ingat lagi, ingat lagi, ketika kita sendirian dirumah, kita lupa sama Allah, siap siap aja diserang.


# ketika kita dzikir sama Allah, benteng kosong tuh, gak ada yang jagain, siap siap di serang syaiton, tapi ketika kita berdizikir maka syaiton akan mundur, jadi camkan mulai sekarang baca dzikir pagi, petang, sebelum tidur, karena ini sebuah kebutuhan. untuk perlindungan diri.


# ingat syaiton itu menyerang pakai strategi, dia menyerang kita disaat dzikir kita, lemah, dan serangannya sangat efektif dan sangat mematikan. dia selalu memantau kondisi kita.


# dzikir yang paling banyak adalah disaat kita mau tidur, kenapa?? karena itu waktu terentan dalam hidup kita, maka perlibdungannya sebelum terlelap harus maksimal


3. Allah itu disyukuri, dan tidak dikufuri.


# jadi bertaqwa yang bener itu, disaat kita banyak banyak bersyukur kepada Allah, 


# alhamdulillah alla kulli hall, artinya segala puji bagi Allah dalam segala kondisi, karena ini sebuah perlindungan. 


# syaiton selalu memprovokasi kita disaat kita gk bersyukur, berarti kita tanpa APD, dan hakikatnya kehidupan itu keluar dari satu kotak ujian, ke kotak ujian berikutnya, dan niscaya hidup ini berat.


# barang siapa yang tidak bersyukur kepada manusia maka dia tidak bersyukur kepada Allah, maka balaslah seimbang atau lebih baik kepada siapapun yang berbuat kepada kita.


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ


"Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”"

QS. Yunus[10]:58


 # ayat di atas menjelaskan, nikmat ilmu, dan mempelajari al qur'an lebih baik dari harta yang mereka kumpulkan.


# kenapa mayoritas penghuni neraka perempuan? karena mereka kufur terhada suami mereka dan kufur terhadap banyak kenikmatan.


# Abdullah bin Abbas " bertaqwa yang benar dalam hal ini dengan berjihad dan berjuang di jalan Allah. "lawan diri kita, lawan nafsu kita, capek pasti, harus ada perlawanan, tapi itulah taqwa yang benar, dan ketika kita berusaha menjalankan ini semua, kita gak mikirin celaan para pencela.


# yang penting bener atau salah, kalau bener jalan terus walaupun banyak celaan, kalau salah perbaiki, bahkan saat rasulullah alaihi wasalam mendoakan mereka, jangan sampai lisan orang menjadi penentu bahagia, atau tidak bahagianya kita, tapi terletak pada kita ibadah atau tidaknya kita kepada Allah, sujud atau tidaknya kita kepada Allah. parameternya disaat kita senang mendapat pujian maka siap siap sakit hati disaat mendapat celaan


# orang bertaqwa dengan benar itu tetap komit dalam kebenaran dan objektif walaupun berkaitan dengan keluarga mereka. siapapun kalau salah ya salah, benar ya benar. dan ini barang langka.


# Imam Malik "objektifitas di zaman ini merupakan barang langka", perjuangan di jalan Allah itu melindungi diri. dan objektiflah.


# Imam syafei " kalau ucapanku salah maka buanglah ucapanku ke tembok" gak ada yang manusia yang sempurna, pasti khilaf walaupun nama orangnya sempurna santoso.


# Annas Bin Malik " tidaklah seseorang hamba itu bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa sampai dia menyimpan lisannya" sekarang kita tambah lisan dan jempolnya, dan ingat kita menjaga lisan dan jempol berarti kita menjaga diri kita sendiri.


# tidak ada organ yang paling pantas, di penjara kecuali lisan, tapi bukan berarti harus dihilangkan, tapi harus dijaga.


# pola ini yang harus dijaga sampai wafat. sedangkan Allah tidak memberi tau kapan tanggalnya, maka jagalah agama islam, maka kaedah mengatakan barang siapa yang hidup dengan pola tertentu, niscaya dia akan wafat di atas pola itu, dan barang siapa yang wafat dengan pola tertentu, maka dia akan dibangkitkan dengan pola tersebut.


# jadi untuk ASEAN game aja persiapannya 4 tahun, apalagi untuk persiapan kita meninggal, harus lebih dari perjuangannya.


# Ini yang perlu kita camkan bersama-sama, semoga bermampaat semoga Allah ampuni kesalahan kita dan menerima amal ibadah kita Subhaanakallaahumma wa bìhamdìka, asyhadu al-laa ìlaaha ìllaa anta, astaghfìruka, wa atuubu ìlaìka. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jagalah Rahasia Saudara Kita

 Barang siapa yang diam maka dia selamat.  Belajarlah skill diam sebagaimana kalian belajar skill berbicara, dan diantara skill diam, adalah...